Menilik Teater Emper Kampus (Emka)*
Masa orde baru yang dipimpin Presiden Soeharto adalah masa penuh represifitas di segala sektor kehidupan. Tak ada yang boleh mengkritik pemerintah lewat media apapun, termasuk kesenian. Namun seni justru tumbuh subur dengan muatan kritik sosial dan politik lewat bahasa metafora dan simbol. Tak terkecuali di teater.Dan siapakah yang tak kenal sepak terjang Teater Emper Kampus (Emka)? Kelompok yang berbasis di Fakultas Ilmu Budaya ( dulu fakultas Sastra) Universitas Diponegoro (Undip) ini, pada masa itu terkenal lewat pentas-pentasnya yang berani, kritis, progresif dan anti Soeharto. Banyak julukannya. Dari teater abang karena anggotanya didominasi aktivis mahasiswa sampai teater jalanan atau teater demo karena sering diminta main happening art di demo-demo jalanan.
